ORIENTASI AL FALAH DALAM EKONOMI ISLAM
Abstract
Filosofi Al Falah menuntut seorang muslim untuk berorientasi pada maslahah dalam setiap aktivitasnya. Jika seseorang menggunakan ukuran maslahah dalam aktivitas ekonominya baik dalam kegiatan produksi, konsusmsi maupun distribusi, maka diharapkan ia akan mencapai Al Falah; yaitu kemuliaan dan kemenangan dalam hidup. Sebab, seperti yang telah dikemukakan di awal tentang epistemologi Al Falah dalam Islam, istilah Al Falah diambil dari kata-kata Al Qur’an yang sering dimaknai sebagai keberuntungan jangka panjang, dunia dan akhirat, sehingga tidak hanya memandang aspek material, namun justeru lebih ditekankan pada aspek spiritual.
Rasionalitas dalam Islam bukannya kemudian membatasi peluang untuk melakukan pemaksimalan kepentingan atau kebutuhan secara mutlak. Term “maksimisasi†bisa saja tetap digunakan, hanya ia dibatasi oleh kendala etika dan moral Islam. Maka istilah “kepuasan†pun mengalami transformasi pengertian dari “kepuasan tak terbatas†menjadi Al Falah, dalam arti yang luas, dunia dan akhirat.
Downloads
References
Al- Qari’, Al Mala ‘Ali, Mirqatul Mafatih, dalam al-maktabah asy-syamilah, al-isdar as-sani 2.08. website: http://www.shamela.ws.
Aziz Budi Setiawan, makalah dengan judul Konsep Dasar Ekonomi Islam.
Fahlul Amri, makalah dengan judul Konsep Al Falah.
http://kaderisasiulamaulilalbab.blogspot.com/2013/03/konsep-Al Falah-kesejahteraan.html, di akses pada Kamis, 31 Oktober 2013.
Salam, Ibn ‘Abdis, Tafsir Ibn ‘Abdis Salam, dalam al-maktabah asy-syamilah, al-isdar as-sani 2.08. website: http://www.shamela.ws.
Su‘ud, Abi, Tafsir Abi Su‘ud, dalam al-maktabah asy-syamilah, al-isdar as\-s\ani 2.08. website: http://www.shamela.ws.
Tantawi, Al Wasit Lisayyid Tantawi, dalam al-maktabah asy-syamilah, al-isdar as-sani 2.08. website: http://www.shamela.ws