PENERIMAAN DIRI PASCA KEGAGALAN ANALISIS PESAN KOMUNIKASI AGAMA DALAM MENGATASI RASA BERSALAH DAN SELF BLAME

  • Nurul Faikah Institut Agama Islam Negeri ( IAIN) Bone
  • Edrian Institut Agama Islam Negeri ( IAIN) Bone
  • Qudratullah Institut Agama Islam Negeri ( IAIN) Bone
Keywords: Penerimaan diri, self blame, Rasa bersalah, Komunikasi agama, Psikologi agama, konseling spiritual

Abstract

Kegagalan adalah bagian dari kehidupan yang sering memicu perasaan bersalah atau menyalahkan diri sendiri, terutama ketika diperumit oleh keyakinan agama yang kaku pandangan bahwa kegagalan mencerminkan dosa moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi agama (melalui ceramah, nasihat, doa, dan refleksi spiritual) dalam proses penerimaan diri pasca-kegagalan, dengan fokus pada mitigasi rasa bersalah dan menyalahkan diri. Penelitian kualitatif ini melibatkan wawancara mendalam dengan sepuluh dewasa muda yang mengalami kegagalan signifikan (akademik, pekerjaan, hubungan sosial) dan analisis konten cerita agama dari sumber digital seperti khotbah dan artikel dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan komunikasi agama yang berfokus pada pengampunan Tuhan, makna takdir, dan refleksi spiritual secara signifikan mendorong penerimaan diri. Individu belajar melepaskan rasa bersalah melalui mengakui kesalahan, mencari pengampunan, dan memahami esensi kesalahan tersebut. Penerimaan diri, sebagai kunci pemulihan Kebutuhan Penghargaan dan kelanjutan menuju Aktualisasi Diri (berdasarkan kerangka humanistik), dipengaruhi oleh pemahaman agama yang mendalam, dukungan komunitas, dan kompetensi emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi agama yang efektif mampu menjadi mekanisme koping yang kuat. Kontribusi penelitian adalah merekomendasikan pemuka agama dan konselor spiritual untuk mengintegrasikan pendekatan psikologi agama dalam dakwah dan konseling spiritual guna mempromosikan literasi agama yang sehat. Studi kuantitatif lebih lanjut diperlukan untuk menguji

 

Kata Kunci: Penerimaan diri, self-blame, rasa bersalah, komunikasi agama, psikologi agama, konseling spiritual

Abstract

Failure is an inevitable part of life that often triggers feelings of guilt or self-blame, particularly when complicated by rigid religious belief—the view that failure reflects moral sin. This study aims to analyze the role of religious communication (through sermons, advice, prayer, and spiritual reflection) in the process of self-acceptance post-failure, focusing on mitigating guilt and self-blame. This qualitative research employed in-depth interviews with ten young adults who experienced significant failures (academic, occupational, social relationships) and content analysis of religious narratives from digital sources such as sermons and articles. The findings indicate that religious communication messages emphasizing God's forgiveness, the meaning of destiny, and spiritual reflection significantly facilitate self-acceptance. Individuals learn to release guilt by acknowledging their mistakes, seeking forgiveness, and understanding the essence of error. Self-acceptance, identified as the key to restoring Esteem Needs and continuing the path toward Self-Actualization (based on a humanistic framework), is influenced by profound religious understanding, community support, and emotional competence. The study concludes that effective religious communication serves as a powerful coping mechanism. The research contribution is a recommendation for religious leaders and spiritual counselors to integrate approaches from the psychology of religion into their outreach and spiritual counseling to promote healthy religious literacy. Further quantitative studies are needed to test religion-based interventions for self-acceptance.

Keywords: self-acceptance, self-blame, guilt, religious communication, psychology of religion, spiritual counseling.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aldyafigama, N. S., Baihaqi, M. I. F., & Pujasari, Y. (2024). Self-Compassion pada Tunanetra Dewasa: Efek Coping Religius dan Rasa Syukur. Jurnal Psikologi Insight.
Audira, P., & Hariry, S. (2025). Peran Psikologi Agama Islam terhadap Kesehatan Mental Remaja Usia 16-21 Tahun. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(02), 548–556.
Harahap, D. F., & Nurhasanah, L. (2021). Peran psikologi agama Islam terhadap kesehatan mental anak remaja. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran.
Imran, H., & Leng, C. H. (2024). Religious Coping Strategies during COVID-19: A Review. Jurnal Ilmiah Indonesia.
Islam, D. N., & Hidayat, A. (2023). Kesabaran terhadap Self Acceptance pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau. Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi.
Jacobus, S., & Geor, S. (2024). Perkembangan Kebutuhan Aktualisasi Diri dalam Pendidikan. UMS, Jurnal Serambi Mekkah.
Kurniasari, C. P. N. (2025). Relevansi Penerimaan Diri dalam Mengatasi Perasaan Insecurities: Kajian Ma’ani al-Hadith Sunan Ibnu Majah 4168 dalam Perspektif Psikologi.
Nikma, N. I., & Rozak, A. (2023). Teori Humanistik dan Aplikasinya dalam Pembelajaran di Sekolah. TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Ilmu Pendidikan.
Nurhamidah, N. (2023). Uji Validitas Konstruk Skala Religious and Spiritual Struggles. JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi Dan Pendidikan Indonesia), 8(2).
Pankowski, M., & DKK. (2023). The protective function of positive religious coping against psychological distress: A meta-analysis. Psychology of Religion and Spirituality.
Rofi’ah, R. (2024). Konseling Individu Teknik Disputing Sebagai Upaya dalam Mengatasi Self Blaming pada Remaja. Conseils: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 4(1).
Salsabilla, R. F., & Maryatmi, A. S. (2023). Implementation of Self-Acceptance in the PukPuk Station Mental Health Community Support Group through Group Communication. Jurnal Informasi.
Sapitri, N., & Ariani, L. (2023). Religiosity Behind Bars: A Study on Guilt in Class IIA Martapura Women’s Correctional Facility. Jurnal Psikologi Terapan, 6(2).
Septiana, V. D., & Muhid, A. (2022). Mindfulness-Based Spiritual Therapy: Its Role in Increasing Self-Acceptance Among Adolescents. Jurnal Pendidikan Indonesia.
Suharyanto, F. A., & Kristianingsih, S. A. (2023). Hubungan Antara Religiusitas dengan Feel Guilty pada Narapidana di Rutan Kelas IIB Salatiga. Jurnal Psikologi Malahayati, 5(2).
Sznycer, D., & DKK. (2021). Neurocomputational Mechanisms of Guilt-Driven and Shame-Driven Altruistic Behavior. ELife.
Tresnani, L. D., & Casmini. (2021). Penerimaan Diri dari Kegagalan Akademik pada Perempuan Perfeksionis. Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, 18(2).
Umar, F., & DKK. (2023). The Role of Spiritual Mindfulness Therapy in Increasing Self-Acceptance Among Adolescent. Jurnal Pendidikan Indonesia.
Vismaya, A., Gopi, A., Romate, J., & Rajkumar, E. (2024). Psychological interventions to promote self-forgiveness: A systematic review. BMC Psychology, 12.
Wardah, S., & DKK. (2024). Does attachment to God matter? Role of spiritual attachment in mental health through self-forgiveness: lessons from Turkish college sample. Frontiers in Psychology.
Widjanarko, M. (2023). Hubungan Sikap Religius dengan Rasa Bersalah pada Remaja Akhir yang Beragama Islam. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 2(3).
Yosephin, M., & Suci, E. S. T. (2022). Proses Penerimaan Diri pada Individu yang Mengalami Survivor’s Guilt Akibat Pandemi COVID-19. Jurnal Ilmiah Psikologi MANASA, 11(2).
Published
2025-12-30
How to Cite
Faikah, N., Edrian, & Qudratullah. (2025). PENERIMAAN DIRI PASCA KEGAGALAN ANALISIS PESAN KOMUNIKASI AGAMA DALAM MENGATASI RASA BERSALAH DAN SELF BLAME . Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 9(2), 292-299. https://doi.org/10.52802/hjh.v9i2.1872