The Pineapple Peel Filtrate with Chelation Method to Adsorp Chromium (Cr) Heavy Metal
Filtrat Kulit Nanas untuk Adsorpsi Logam Berat Kromium (Cr) Menggunakan Metode Khelasi
Abstract
Berbagai jenis metode pengolahan limbah logam berat sudah banyak dilakukan, salah satunya adalah adsorpsi. Dengan metode ini, ion logam berat dapat membentuk suatu kompleks koordinasi dengan gugus karboksil (-COO) dari adsorben yang terbuat dari bahan alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi filtrat kulit nanas sebagai adsorben alami dan waktu pencampuran dengan logam kromium (Cr) dalam larutan limbah simulasi. Larutan limbah simulasi kromium (Cr) dengan konsentrasi 10 ppm dicampurkan dengan filtrat kulit nanas pada variasi konsentrasi 25 %, 50%, 75%, dan 100% (b/v) selama 30 menit dan 60 menit kemudian dianalisis menggunakan Spetrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa filtrat kulit nanas efektif menurunkan kadar logam kromium (Cr) dalam larutan limbah simulasi. Presentase penurunan kadar logam kromium (Cr) tertinggi melebihi 100% yaitu pada konsentrasi filtrat kulit nanas 100% selama waktu pencampuran 60 menit.
Downloads
References
Anggriawan, A., Atwanda, M. Y., Lubis, N., & Fathoni, R. (2019, Desember). Kemampuan Adsorpsi Logam Berat Cu dengan Menggunakan Adsorben Kulit Jagung (Zea Mays). Jurnal Chemurgy, 03:2, 27-30.
Danarto, Y. (2007). Kinetika Adsorpsi Logam Berat Cr (VI) dengan Adsorben Pasir yang Dilapisi Besi Oksida. Ekuilibrium: UNS, Surakarta, 6:2, 65-70.
Hariani, P. L., Hidayati, N., & Oktaria, M. (2009). Penurunan Konsentrasi Cr(VI) Dalam Air Dengan Koagulan FeSO4. Jurnal Penelitian Sains, 12: 2(C), 1-4.
Ilyasa, A. T., Susatyo, E. B., & Prasetya, A. T. (2017). Penurunan Kadar Ion Pb2+ dan Cd2+ Pada Kerang Dengan Menggunakan Filtrat Kulit Nanas. Indonesian Journal of Chemical Science, 5:3, 211-216.
Irfandi. (2005). Karakterisasi Morfologi Lima Populasi Nanas (Ananas Comosus). Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Keputusan Direktur Jenderal Penelitian Obat dan Makanan Nomor 03725/B/SK/VII/89 Tahun 1989 tentang Batas Maksimum Cemaran Logam dalam Makanan.
Kundari, N. A., & Wiyuniyati, S. (2008). Tinjauan Kesetimbangan Adsorpsi Tembaga dalam Limbah Pencuci PCB dengan Zeolit. Seminar Nasional IV SDM Teknologi Nuklir, (pp. 489-496). Yogyakarta.
Marwati, T., Rusli, M. S., & Mulyono, E. (2007). Pemucatan Minyak Daun Cengkeh dengan Metode Khelasi Menggunakan Asam Sitrat. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 17:2, 61-68.
Meidianasari, F. (2010). Pembuatan Saus Kupang Merah (Musculita senhausia) dengan Perlakuan Konsentrasi Asam Sitrat dan Lama Perendaman. Skripsi. Surabaya: Universitas Pembangunan Nasional (Veteran) Surabaya.
Palar, H. (1994). Pencemaran & Toksikologi Logam Berat. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Palar, H. (2004). Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air.
Priyadi, S., Darmaji, P., Santoso, U., & Hastuti, P. (2013, November). , 33:4.
Setiawan, T. S., Rachmadiarti, F., & Raharjo. (2012, January). The Effectiveness of Various Types of Orange (Citrus Sp.) to the Reduction of Pb (Lead) and Cd (Cadmium) Heavy Metals Concentration on White Shrimp (Panaeus Marguiensis). LenteraBio, 1:1, 35-40.
Ulfah, S., Rachmadiarti, F., & Raharjo. (2014, Januari). Upaya Penurunan Logam Berat Timbal pada Mystus nigriceps di Kali Surabaya Menggunakan Filtrat Kulit Nanas. LenteraBio, 3:1, 103-108.
Widowati, W., Sastiono, A., & R, R. J. (2008). Efek Toksik Logam: Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Yusbarina, & Marlianis. (2013, Oktober). Penurunan Kadar Limbah Logam Timbal (Pb) dengan Metode Khelasi Menggunakan Belimbing Wuluh ((Averrhoa Bilimbi). Jurnal Photon, 4:1, 1-8.