SAATNYA MEMBANGUN BUDAYA MUTU PADA LEMBAGA PENDIDIKAN
Abstract
Budaya mutu merupakan fondasi penting dalam mewujudkan keberhasilan suatu lembaga, khususnya di bidang pendidikan dan organisasi. Budaya mutu tidak hanya sebatas pada pencapaian standar, melainkan juga mencakup nilai, sikap, dan perilaku seluruh anggota organisasi dalam menjaga konsistensi kualitas. Pembangunan budaya mutu menuntut adanya komitmen pimpinan, partisipasi aktif semua pihak, serta keberlanjutan sistem manajemen mutu yang terintegrasi. Hal ini sejalan dengan kebutuhan era globalisasi yang menekankan pada daya saing, efektivitas, dan efisiensi lembaga.
Membangun budaya mutu berarti menanamkan kesadaran bersama bahwa mutu adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas individu tertentu. Prosesnya melibatkan perencanaan strategis, pengawasan berkelanjutan, serta evaluasi yang transparan dan akuntabel. Dengan demikian, tercipta iklim kerja yang sehat, inovatif, dan produktif. Penanaman budaya mutu sejak dini akan memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas layanan, kepuasan stakeholders, dan keberlanjutan lembaga. Oleh karena itu, sudah saatnya setiap institusi menempatkan budaya mutu sebagai prioritas utama dalam mencapai visi dan misinya.
Downloads
References
Dewi, P. Y. A., & Primayana, K. H. (2019). Peranan total quality management (TQM) di sekolah dasar. Jurnal Penjaminan Mutu, 5(2), 226-236.
Frans Gana, 2023. Manajemen Mutu Terpadu. NTT: TPK PRESS Undana.
Halik, Johannes Baptista dkk. 2024. Era Disruptif. Jawa Barat: Penerbit Adab.
Kotler, Philip dan Gary Amstrong, 2008. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jilid dua, edisi keduabelas. Jakarta: Erlangga.
Mulyasa, E. 2014. Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep, Strategi dan Implementasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nuriyah, 2025. Manajemen Mutu Terpadu dan Kinerja Karyawan. Depok: PT Rajawali Buana Pusaka
Robbins, Stephen P. & Coulter, Mary. (2016). Management. Pearson Education.
Sugandi, V. L., Santoso, A. A., Hutasoit, H. S., Gustina, R., & Falahlani, A. N. N. (2025). ksistensi Stakeholder dalam Organisasi. Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research, 2(2), 3101-3110.


