PENERAPAN METODE KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK USIA DINI DI RA DARUSSALAM KROYA
Abstract
Penelitian ini terkait penerapan metode kooperatif STAD untuk meningkatkan minat belajar anak usia dini. Berdasarkan kenyataan permasalahan yang terjadi di RA Darussalam yaitu kurangnya minat belajar pada peserta didik pada waktu pembelajaran berlangsung, maka peneliti melakukan penelitian tersebut. Pendekatan penelitian ini merupakan kualitalitatif menggunakan jenis studi kasus. Data diperoleh menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Sumber data penelitian ini yaitu pendidik, tenaga pendidik dan kepala RA. Kemudian data dicek keabsahannya melalui teknik triangulasi. Adapun analisis data menggunakan alur miles dan huberman dengan 1) tahap perencanaan, 2) tahap pelaksanaan, 3) tahap pengamatan dan 4) tahap refleksi. Hasil penelitian ini bahwa penerapan metode kooperatif STAD terdiri dari a) perencanaan pembelajaran; b) pelaksanaan pembelajaran; c) evaluasi pembelajaran. Dari hasil penelitian ini diharapkan penerapan metode kooperatif STAD dapat membentuk serta mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif sekaligus memelihara suasana belajar yang kondusif, optimal dan menyenangkan, serta dapat menumbuhkan minat belajar anak lebih semangat lagi dalam proses pembelajaran. Penggunaan metode STAD ini tidak membosankan serta justru akan semakin menarik minat siswa untuk belajar sehingga prestasinya akan semakin meningkat. Selain itu metode ini diharapkan mampu memotivasi peserta didik berkomunikasi, bertukar pikiran mengutarakan pendapat-pendapat mereka secara efektif, bekerjasama antar tim sehingga mereka lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Downloads
References
Al Badawi, S. H. (n.d.). Efektivitas Permainan Edukatif Terhadap Minat Belajar Anak. Kumara Cendekia, 6(3), 208-215.
Asma, N. (2010). Model-model Pembelajaran. Kediri: Universitas Nusantara PGRI.
Hasbi, M., & Wahyuni, M. (2020). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Hermawan, D. &. (2015). Kinerja Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 21(1), 87-100.
Kuntjojo. (2010). Model-Model Pembelajaran. Kediri: Universitas Nusantara PGRI, hal 14.
Laely. (2023, 12 1). Wawancara tentang Penerapan Metode Pembelajaran. (Nurhalimah, Pewawancara) Kroya_Cilacap.
Nurhadi. (2010). Menciptakan Pembelajaran IPS Efektif dan Menyenangkan. Jakarta: Multi Kreasi Satudelapan, cet. 1 , 75.
Purba, N. &. (2016). Meningkatkan Minat Belajar Anak dengan Menggunakan Teknik Kolase dari Bahan Plastik Bekas Jajanan di TK Negeri 1 Pembina Gunungsitoli Selatan T.P. 2014/2015. Jurnal Pendidikan Usia Dini.10 (1)., 1-28.
Rusman. (2011). Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme guru. Jakarta: Rajawali Pers, 132.
Sikdisnas. (2003). Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Kemendikbud.
Slameto. (1995). Belajar dan faktor-faktor belajar yang mempengaruhi. Jakarta: rineka cipta.
Solihatin, E. (2007). Cooperatif Learning Analisis Model Pembelajaran IPS, hal 4. Jakarta: Bumi Aksara .
Triani, D. A. (2016). Implementasi Strategi Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Tipe Jigsaw Di Perguruan Tinggi. Kencana/Musamus Journal of Primary Education 2 (2), 223–224.
Trianto. (2007). Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktifistik. Jakarta: Prestasi Pustaka cet, 1 , hal 5.
Umam, N. (2022). Karakteristik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Kelas Rendah Sekolah Dasar. Progressive of Cognitive and Ability, 68-78.





