PENERAPAN METODE MERONCE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI KELOMPOK B

  • Supriyatin TK Siwi Peni
Keywords: Penerapan, Metode, Meronce, Motorik Halus

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Metode Meronce Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Kelompok B di TK Siwipeni Cilacap. Menurut pemaparan guru kelas motorik halus anak harus dilatih sedini mungkin agar motorik halus anak tidak kaku dan otot tangan serta jari-jari tangan bisa dengan mudah terkoordinasi dalam memegang suatu benda. Kegiatan yang bisa melatih motorik halus anak usia 5-6 tahun sebagai berikut: anak dapat menggunakan gunting untuk memotong kertas, anak bisa mengambil balok dengan menggunakan 2 jari (ibu jari dan telunjuk), dapat memasang dan membuka kancing baju sendiri, melipat kertas, dan anak dapat melakukan kegiatan meronce dengan memasukan manik-manik kedalam benang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kegiatan meronce dengan memasukan manik-manik kedalam benang. Peningkatan motorik halus melalui kegiatan meronce dapat dilihat pada hasil penelitian. Pada kondisi awal kriteria sangat kurang berjumlah 0 anak (0%), kurang berjumlah 4 anak (36%), cukup berjumlah 1 anak (9%), dan baik berjumlah 6 anak (55%). Setelah dilakukan tindakan pada siklus I hasilnya pada kemampuan motorik halus melalui kegiatan meronce mengalami peningkatan yang dapat diilihat yaitu untuk kriteria sangat kurang berjumlah 0 anak (0%), kurang berjumlah 3 anak (27%), cukup berjumlah 1 anak (9%), dan baik berjumlah 7 anak (64%). Pada siklus II meningkat pada kriteria baik berjumlah 10 anak (91%), cukup berjumlah 1 anak (9%) dan kriteria kurang, sangat kurang berjumlah 0 anak (0%). Penelitian ini dihentikan sampai siklus II karena sudah memenuhi kriteria indikator keberhasilan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan meronce dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aries Susanty Kurniawaty.. (2011). Tahap Meronce. Jakarta: Dit PADU Direktorat Jendreral PLSP, Departemen Pendidikan Nasional, Sekolah AlFalah The Creative Center for.

Darmastuti Tanti. (2013). Meningkatkan Motorik Halus Anak Dalam Kegiatan Meronce Dengan Manik-Manik Melalui Metode Demonstrasi Pada Anak. Diakses dari http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paudteratai/article/view/644.

Hurlock Elizabeth B. (1978). Perkembangan Anak. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.

Mirnawati, M. (2020). Penggunaan Media Gambar dalam Pembelajaran Untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 9(1), 98-112. Retrieved from https://jurnaldidaktika.org/contents/article/view/14

Retnaningrum, W., & Umam, N. (2021). Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Melalui Permainan Mencari Huruf. Jurnal Tawadhu, 5(1), 25-34. https://doi.org/10.52802/twd.v5i1.120

Sumanto. (2005). Pengembangan Kreativitas Seni Rupa Anak TK. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

-----------. (2006). Pengembangan Kreativitas Seni Rupa Anak SD. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Sumantri MS. (2005). Model Pengembangan Ketrampilan Motorik Anak Usia Dini. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Bakti Arum Mumpuni. 2014 .Peningkatan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Meronce Menggunakan Bahan Tanah Liat Kelompok B Tk Yayasan Masyithoh Beran Bugel Kulon Progo.(Diakses pada tanggal 28 April 2020).

Baiti Nur, 2018. Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Meronce Dengan Bahan Alam Pada Anak Kelompok A Tk Dharma Wanita 03 Padang. Kediri: Skripsi, Universitas PGRI Nusantara (Diakses 8 Mei)

Published
2021-12-01
How to Cite
Supriyatin. (2021). PENERAPAN METODE MERONCE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI KELOMPOK B. Jurnal Warna, 5(2), 8-16. https://doi.org/10.52802/warna.v5i2.827
Section
Articles