RELEVANSI HAQQUL 'ABDI MUQADDAMUN 'ALA HAQQILLAH DENGAN PRINSIP MAQASHID SYARIAH
Abstrak
Penelitian ini mengkaji konsep Haqqul ‘Abdi Muqaddamun ‘Ala Haqqillah (hak manusia lebih diutamakan daripada hak Allah), yang menjadi prinsip fiqh yang menegaskan pentingnya memprioritaskan pemenuhan hak manusia dalam situasi tertentu untuk mencegah kerusakan sosial atau ketidakadilan yang lebih besar. Dengan menggunakan pendekatan analisis normatif dan komparatif terhadap teks-teks syariat Islam, kajian ini menghubungkan konsep tersebut dengan prinsip Maqashid Syariah, yang bertujuan mewujudkan kemaslahatan melalui perlindungan agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsep Haqqul ‘Abdi tidak hanya relevan dalam melindungi hak individu, tetapi juga mendukung penerapan prinsip keadilan restoratif dalam hukum Islam modern. Dalam konteks Maqashid Syariah, konsep ini menjadi fondasi dalam menciptakan harmoni sosial, menegakkan keadilan, dan memastikan kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Al-Ghazali, I. Al-Mustasfa min 'Ilm al-Usul (Vol. 1, p. 174).
Al-Ghazali, I. Ihya’ Ulum al-Din (Vol. 3). Cairo: Dar al-Hayat.
Al-Mawardi. Al-Ahkam as-Sultaniyyah, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Az-Zuhaili, Wahbah. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Jilid 7.
Basyir, A. A. Hukum Perdata Islam, Yogyakarta: UII Press.
Rellang, A., Kamilah, K., & Nazaruddin, N. (2024). Penggunaan prinsip hak asasi manusia untuk menyelesaikan konflik agama di Indonesia: Pandangan hukum nasional dan Islam. Jurnal Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam, 6.
Shihab, M. Q. (2000). Secercah Cahaya Ilahi; Hidup Bersama al-Qur'an. Bandung: Mizan.
Sunarto, M. Z., Afrida, P. N., & Nurianti, U. Kajian Maqashid al-Shari’ah terhadap nilai-nilai Islami pada sebuah transaksi. HAKAM: Jurnal Kajian Hukum Islam.
Wahbah az-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, jilid 7, h. 9.




