PERLINDUNGAN HAK MASYARAKAT TERHADAP PRAKTIK LAND GRABBING DI INDONESIA: ANALISIS HUKUM AGRARIA DAN HUKUM ISLAM
Abstract
The practice of land grabbing in Indonesia has increased alongside the expansion of investment, infrastructure development, plantations, and mining activities, which may reduce communities' access to land as a primary source of livelihood. This study aims to analyze the protection of community rights against land grabbing from the perspectives of agrarian law and Islamic law and to formulate an integrative legal protection model. This research employs a normative legal method using statutory, conceptual, and comparative approaches through library research. The findings indicate that national agrarian law and Islamic law share common principles by emphasizing justice, public welfare, and the protection of rights in agrarian resource management. Strengthening agrarian reform, recognizing indigenous communities, improving land governance transparency, enhancing public participation, and enforcing the law are essential measures to prevent land grabbing. The integration of these two legal systems is expected to create a fair and sustainable land management system.
Downloads
References
Abu Ishaq al-Syathibi, Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari'ah, Jilid II (Beirut: Dār al-Kutub al-'Ilmiyyah, 2004), 8–12.
Ahmad Nur Fuad, “Maqāṣid al-Syarī‘ah dan Perlindungan Hak Agraria dalam Perspektif Hukum Islam Kontemporer,” Jurnal Ahkam, Vol. 24, No. 1, (2024), 74–82.
Boedi Harsono, Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan UUPA, Isi dan Pelaksanaannya, edisi revisi (Jakarta: Universitas Trisakti, 2018), 231–235.
Dewi Kartika, “Catatan Akhir Tahun Konsorsium Pembaruan Agraria 2025”, Kompas Juni 21, 2026.
Dwi Haryadi, “Hilirisasi Industri dan Tantangan Tata Kelola Pertambangan Berkelanjutan di Indonesia,” Jurnal RechtsVinding, Vol. 13, No. 1, (2024) 89–93.
Imam Muslim, Shahih Muslim, Kitab al-Musaqah, Bab Tahrim al-Zulm wa Ghashb al-Ardh.
Jasser Auda, Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach (London: The International Institute of Islamic Thought, 2021), 67–73.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Laporan Kinerja Kementerian ATR/BPN Tahun 2024 (Jakarta: ATR/BPN, 2025), 43–49.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Laporan Kinerja Kementerian ATR/BPN Tahun 2024 (Jakarta: ATR/BPN, 2025), 51–56.
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur'an, Jilid II (Jakarta: Lentera Hati, 2017), 612–617.
M. Shohibuddin, “Akses terhadap Keadilan dalam Penyelesaian Konflik Agraria di Indonesia,” Jurnal Masyarakat dan Budaya, Vol. 25, No. 2, (2023): 160–167.
M. Shohibuddin, “Konflik Agraria dan Ketimpangan Penguasaan Tanah di Indonesia: Tantangan Reforma Agraria Berkeadilan,” Jurnal Masyarakat dan Budaya, Vol. 25, No. 2, (2023): 147–150.
Maria S.W. Sumardjono, Kewenangan Negara Mengatur Tanah dan Pengelolaannya (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2021), 28–34.
Noer Fauzi Rachman, “Ketimpangan Agraria dan Kemiskinan Struktural di Indonesia,” Jurnal Sosiologi Pedesaan, Vol. 12, No. 1, (2022) 34–39.
Noer Fauzi Rachman, “Reforma Agraria dan Tantangan Pengurangan Ketimpangan Penguasaan Tanah di Indonesia,” Jurnal Sosiologi Pedesaan, Vol. 12, No. 1, (2022) 37–42.
Nurhasan Ismail, “Mediasi sebagai Instrumen Penyelesaian Sengketa Pertanahan di Indonesia,” Jurnal RechtsVinding, Vol. 12, No. 3, (2023): 377–385.
Peter Mahmud Marzuki, Metode Penelitian Hukum, Edisi Revisi (Jakarta: Kencana, 2021), 55–57.
Saturnino M. Borras Jr., Jennifer C. Franco, dan Sergio Gómez, “Land grabbing and Global Capitalist Accumulation: Key Features in Latin America and Southeast Asia,” Canadian Journal of Development Studies, Vol. 43, No. 4, (2022): 521–525.
Sayyid Sabiq, Fiqh al-Sunnah, Jilid III (Beirut: Dār al-Fikr, 2008), 185–188.
Urip Santoso, Pendaftaran dan Peralihan Hak atas Tanah (Jakarta: Kencana, 2022), 21–28.
Wahbah al-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuhu, Jilid V (Damaskus: Dār al-Fikr, 2011), 489–495.
Yance Arizona, “Pengakuan Hak Masyarakat Adat dalam Sistem Hukum Pertanahan Indonesia,” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, Vol. 30, No. 1, (2023): 38–45.




