HUKUM MEMPELAJARI FILSAFAT DALAM ISLAM: TELAAH KITAB FASHL AL-MAQAL KARYA IBNU RUSYD

  • Fiqi Restu Subekti UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Taufik Awan Wibowo Al-Asmarya Islamic University
  • Muhammad Rizky Shorfana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Kata Kunci: Filsafat, Fashl al-Maqal, Ibnu Rusyd

Abstrak

Kajian ini bertujuan untuk menelaah secara kritis kedudukan hukum mempelajari filsafat dalam Islam, khususnya melalui perspektif Ibnu Rusyd sebagaimana dijelaskan dalam karya tersebut. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kualitatif melalui pendekatan studi pustaka (library research), dengan menelaah kitab fashl al-maqal sebagai sumber primernya dan dan didukung oleh sumber sekunder seperti buku-buku, artikel, jurnal serta berbagai informasi yang relevan dengan topik kajian. Hasil kajian ini menunjukkan dua kesimpulan penting. Pertama, mempelajari filsafat dianjurkan bahkan diwajibkan bagi mereka yang memenuhi dua syarat utama, yakni kecerdasan intelektual dan integritas moral yang sejalan dengan keadilan syar’i. Kedua, larangan berlaku bagi mereka yang tidak memiliki kapasitas rasional dan etika yang memadai. Dengan demikian, penolakan terhadap filsafat secara umum bukan hanya tidak berdasar, tetapi juga berpotensi menghambat perkembangan intelektual dalam tradisi keilmuan Islam.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Afif, M. B. (2019). “Menelaah Pemikiran Ibn Rusyd Dalam Kitab Fasl al-Maqal fi Ma Baina al-Hikmah wa al-Syari’ah Min al-Ittisal”. El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Tafsir Hadis, 8(2), 1-24. http://dx.doi.org/10.29300/jpkth.v8i2.3027
Andriyani, D. (2016). “Motivasi Berpikir Menurut Al-Qur’an”. Intizar, 22(1), 55–76. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/637
Arif, S. (2014). “Filsafat Islam antara Tradisi dan Kontroversi”. Tsaqafah, 10(1), 1-22. https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v10i1.61
Arman. (2023). “Narasi-Narasi Pengharaman Filsafat Oleh Kelompok Salafi Modern Indonesia”. EL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam, 4(1), 71–90. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/elfikr/article/view/17158
Fakhry, M. (2002). Sejarah Filsafat Islam: Sebuah Peta Kronologis. Bandung: Mizan.
Fitrianah, R. D. (2018). “Ibnu Rusyd (Averroisme) Dan Pengaruhnya Di Barat”. El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis, 7(1), 15-30. http://dx.doi.org/10.29300/jpkth.v7i1.1584
Hakim Abdul, Saebani Ahmad. (2008). Filsafat Umum dari Metodologi Sampai Teofilosofi. Bandung: Pustaka Setia.
Hambali, R. Y. A. (2019). “Tipologi Filsafat Islam Post Ibnu Rusyd”. Jurnal Filsafat, 29(2), 228-243. https://doi.org/10.22146/jf.48437
Iqbal, M. (2004). Ibnu Rusyd dan Averroisme. Jakarta: Gaya Media Pratama.
Jamil, Abdul Aziz. (2019). “Potensi Manusia Perspektif Al-Qur’an Dan Psikologi Behaviorisme Dan Humanisme Serta Implikasinya Dalam Pendidikan”. Qiro’ah : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 9(2), 1-13. https://doi.org/10.33511/qiroah.v9n2.1-13
Koem, F., Kurniati, K., & Ishak, A. (2022). “Kontestasi Dalam Pembaharuan Hukum Islam: Telaah Kritis Polemik Penggunaan Akal dan Wahyu”. Jurnal Al Himayah, 6(1), 29-43. https://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/ah/article/view/2533
Madani, M. T. (2017). “Ibnu Rusyd Dan Kontribusi Pemikirannya Terhadap Perkembangan Ilmu Fiqih”. Kabillah: Journal of Social Community, 2(1), 36-59. https://doi.org/10.35127/kabillah.v2i1.57
Masang, A. (2020). “Kedudukan Filsafat Dalam Islam”. Jurnal Pilar: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 11(1), 30-55.
Mubit, R. (2017). “Pembelaan Ibnu Rusyd Terhadap Pemikiran Filosof”. MIYAH : Jurnal Studi Islam, 12(1), 132-150. https://doi.org/10.33754/miyah.v12i1.35
Nasution, H. (1986). Teologi Islam, Sejarah Analisa, Perbandingan. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Pridandi, P. (2023). “Argumentasi Ibnu Rusyd tentang Eskatologi”. Jurnal Riset Agama, 3(1), 223–235. https://doi.org/10.15575/jra.v3i1.20411
Rusyd, I. (1968). Fashl al-Maqal fi ma baina al-Ḥikmah wa al-Syari‘ah min al-Ittisal. Beirut: Darul Masyriq.
Ridwan, M., & Fanani, M. (2023). MENGAPA FILSAFAT ILMU ITU PENTING BAGI PENGEMBANGAN ILMU-ILMU KEISLAMAN?. Change Think Journal, 2(01), 01-08. https://jurnal.uibbc.ac.id/index.php/changethink/article/view/1124
Sebastian Gunther. (2016). Ibn Rusyd and Thoms Aquinas on Education dalam Maurice A. Pomerantz dan Aram Shahin (Ed.), The Heritage of Arabo-Islamic Learning: Studies Presented to Wadad Kadi. Leiden: Koninklijke Brill NV.
Siraj, F. M. (2019). “Islam Dan Rasionalitas Dalam Pemikiran M. Natsir”. Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid, 22(1), 1-18. https://doi.org/10.15548/tajdid.v22i1.276
Syamsuddin, M. (2012). “Hubungan wahyu dan akal dalam tradisi filsafat islam”. Arete: Jurnal Filsafat, 1(2). https://doi.org/10.33508/arete.v1i2.173
Thamrin, H. (2016). “Pemikiran Ibnu Rusyd Tentang Ekonomi Islam”. Tamaddun Ummah (JTU), 1(2), 57-65. https://doi.org/10.57113/jtu.v1i2.97
Toyibah, W., Viqie Ixbal Maulana, & Muhammad Fauzi. (2022). “Synonyms Analysis of Nakaha and Zawaja in the Al-Qur’an”. Journal of Arabic Language Studies and Teaching, 2(1), 82–104. https://doi.org/10.15642/jalsat.2022.2.1.82-104
Vorst, C. R., Priyarsono. D. S., Budiman. A. (2018). Manajemen Risiko Berbasis SNI ISO 31000. Jakarta: Badan Standarsasi Nasional.
Wijaya, A. (2009). Teori Interpretasi Al-Qur’an Ibn Rusyd: Kritik Ideologis-Hermeneutis. Yogyakarta: LkiS.
Yunus, H. A. (2016). “Telaah aliran Pendidikan progresivisme dan esensialisme dalam perspektif filsafat Pendidikan”. Jurnal Cakrawala Pendas, 2(1). https://core.ac.uk/download/pdf/228882843.pdf
Diterbitkan
2025-06-28